Tips Wisata Hemat Naik Gunung Ala Backpacker 2026 Cuan!

Mendaki gunung kini bukan lagi hobi eksklusif yang membutuhkan modal puluhan juta rupiah. Di tahun 2026, tren ultralight hiking dan budget traveling semakin menyatu, melahirkan gaya baru Backpacker Gunung. Menikmati samudera awan atau sunrise di puncak tertinggi kini bisa dilakukan tanpa harus menguras tabungan, asalkan Anda tahu strategi gerilya yang tepat.

Banyak pendaki pemula terjebak pada gengsi membeli peralatan mahal yang hanya dipakai sekali setahun. Padahal, esensi dari naik gunung adalah perjalanan dan pengalaman, bukan pamer merk gear. Mari kita bedah rahasia para backpacker gunung dalam menekan biaya tanpa mengurangi standar keamanan dan kenyamanan.

Manajemen Gear Sewa Dan Preloved Lebih Masuk Akal

Kesalahan terbesar yang membuat kantong jebol adalah membeli semua peralatan baru sekaligus. Di tahun 2026, ekosistem penyewaan alat gunung di Indonesia sudah sangat maju dan terintegrasi secara digital.

Jangan Beli, Sewa Saja!

Untuk peralatan besar seperti tenda, carrier (tas gunung), dan sleeping bag, menyewa adalah solusi paling hemat. Anda bisa mendapatkan tenda kualitas premium dengan harga sewa per hari yang setara dengan sekali makan siang. Selain hemat uang, Anda juga hemat ruang penyimpanan di rumah.

Berburu Barang Preloved (Thrifting Gear)

Jika Anda memang ingin memiliki alat sendiri, carilah barang preloved atau bekas berkualitas. Banyak komunitas pendaki yang menjual gear mereka karena ingin upgrade atau sudah jarang mendaki. Dengan sedikit ketelitian, Anda bisa mendapatkan jaket gore-tex orisinal dengan harga separuh dari harga toko.

Logistik Cerdas: Hindari Makanan Instan Mahal

Logistik seringkali menjadi pengeluaran yang tak terduga besarnya. Backpacker yang cerdas tidak akan mengandalkan makanan beku (frozen food) mahal atau terlalu banyak mie instan yang justru bikin lemas saat pendakian.

Strategi Food Prep Mandiri

Lakukan food preparation dari rumah. Membawa telur yang direbus setengah matang, oat, atau dendeng kering jauh lebih hemat dan bergizi. Manfaatkan bumbu dapur sachet yang ringan dan murah untuk menambah rasa. Ingat, di gunung, nasi dan lauk sederhana akan terasa seperti makanan bintang lima karena suasana dan tenaga yang terkuras.

Memanfaatkan Sumber Air Alam

Pelajari jalur pendakian Anda. Jika gunung tersebut memiliki sumber mata air yang melimpah, Anda tidak perlu membawa banyak stok air mineral botolan dari bawah. Selain menghemat uang, Anda juga membantu mengurangi potensi sampah plastik di jalur pendakian. Gunakan filter air portabel atau tablet pemurni air agar air alam aman dikonsumsi.

Transportasi dan Tiket: Strategi Berangkat Rombongan

Biaya transportasi seringkali menjadi komponen termahal, terutama jika gunung yang dituju berada di luar provinsi. Di tahun 2026, integrasi transportasi umum ke titik awal pendakian (basecamp) sudah semakin membaik.

Manfaatkan Transportasi Umum dan “Open Trip” Mandiri

Hindari menyewa mobil pribadi jika Anda hanya pergi berdua. Gunakan kereta api ekonomi atau bus antar kota, lalu lanjutkan dengan ojek lokal. Jika ingin lebih murah lagi, ajaklah teman sebanyak-banyaknya untuk berbagi biaya (share cost) kendaraan jemputan dari terminal ke basecamp. Semakin banyak kepala, semakin ringan beban dompet.

Booking Tiket Simaksi Lebih Awal

Hampir semua gunung populer di Indonesia kini mewajibkan pendaftaran online atau Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Lakukan booking jauh-jauh hari untuk menghindari harga calo atau kegagalan berangkat karena kuota penuh. Membeli tiket langsung di platform resmi pemerintah atau pengelola adalah cara paling aman dan murah.

Kesimpulan: Mendaki dengan Logika, Bukan Gengsi

Naik gunung dengan gaya backpacker bukan berarti Anda mengabaikan keselamatan. Hematlah pada hal-hal yang bersifat konsumtif, namun jangan pernah kompromi pada kualitas perlengkapan keselamatan standar. Dengan perencanaan matang, budget minimalis pun bisa membawa Anda berdiri di puncak tertinggi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *